Dorong Kemajuan Berkelanjutan, Darlis Pattalongi Tekankan Pendidikan sebagai Kunci Masa Depan Kaltim

Ket foto: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Darlis Pattalongi (foto: Humas Sekretariat DPRD Kaltim)

Indopronews.id, Samarinda – Dalam upayanya mempersiapkan masa depan yang lebih cerah bagi Kalimantan Timur, Muhammad Darlis Pattalongi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim memberikan penekanan pada pentingnya pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan daerah.

Darlis berpendapat bahwa di tengah dominasi sektor tambang di Kaltim, perhatian lebih harus dialihkan ke sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

“Saya ingin memfokuskan waktu saya untuk berbicara lebih jauh tentang pendidikan,” tegasnya.

Menurut Darlis, masyarakat yang berpendidikan akan lebih mandiri, kreatif, dan berpotensi menciptakan lapangan kerja. “Kalau orangnya berpendidikan, dia bisa mengurus dirinya sendiri, dan cenderung menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.

“Tapi kalau pendidikan rendah, beban negara akan semakin berat,” timpal Darlis.

Selain itu, Darlis juga menyoroti contoh dari negara-negara yang telah membuktikan pentingnya investasi pada SDM, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

Meskipun tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, negara-negara tersebut berhasil membangun ekonomi yang kuat berkat fokus pada kualitas SDM mereka. “Jepang, setelah kehancuran akibat bom Hiroshima dan Nagasaki, bangkit luar biasa berkat SDM mereka yang unggul,” tambahnya.

Darlis berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai prioritas selama masa jabatannya di DPRD Kaltim. Baginya, keberlanjutan pembangunan di Kaltim tidak bisa hanya mengandalkan eksploitasi sumber daya alam, yang pada akhirnya akan habis.

“Kemajuan Kaltim ke depan sangat ditentukan oleh SDM yang kita bina hari ini, bukan SDA-nya,” tutupnya dengan penuh optimisme. (Mr/ADV/DPRDKALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

72 + = 74
Powered by MathCaptcha