Indopronews.id, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Satya Adi Saputra, menekankan pentingnya pembentukan kawasan bebas asap rokok sebagai langkah yang harus di ambil dalam melindungi kesehatan ibu dan anak. Dirinya juga menegaskan, adanya lingkungan bebas asap rokok sangat krusial terutama bagi ibu dan anak yang tidak merokok namun rentan terpapar asap dari lingkungan sekitar
“Ini adalah suara para ibu-ibu yang merasa tidak terlindungi dari paparan asap rokok. Kita perlu menciptakan ruang aman untuk mereka,” tegasnya.
Lanjutnya, Adi Satya menjelaskan kawasan bebas asap rokok menjadi langkah awal yang harus di ambil untuk mewujudkan generasi sehat menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Generasi berkualitas dipersiapkan sejak dini, bahkan sebelum lahir. Lingkungan harus mendukung agar mereka lahir sehat dan berdaya saing,” ucapnya.
Dirinya menyoroti dampak berbahaya dari asap rokok, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, ibu hamil yang menjadi perokok pasif memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah serta komplikasi kehamilan lainnya.
“Ini masalah besar. Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya, termasuk 69 di antaranya karsinogenik atau penyebab kanker. Dengan tingginya jumlah perokok aktif, risiko bagi kesehatan publik semakin meningkat,” imbuhnya.
Dirinya mendorong DPRD Kaltim mempercepat pembahasan Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok di lokasi publik, seperti sekolah. Dirinya juga menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar larangan, tetapi bentuk perlindungan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Anak-anak kita mulai terpapar rokok di usia dini. Jika ini dibiarkan, dampaknya sangat buruk bagi kesehatan mereka. Edukasi dan kawasan tanpa rokok adalah solusi,” tambahnya.
Langkah ini, menurutnya sejalan dengan program nasional yang tertuang dalam PP No. 109 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Namun, dirinya mengakui bahwa sosialisasi di Kalimantan Timur masih perlu diperkuat agar masyarakat lebih memahami pentingnya lingkungan yang sehat.
“Langkah ini harus dimulai sekarang. Dengan terciptanya lingkungan yang sehat, kita optimis menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan generasi yang lebih baik,” pungkasnya. (Sb/ADV/DPRDKALTIM)












