Peran Guru jadi Ujung Tombak Keberhasilan Kurikulum Merdeka di Kaltim

Ilustrasi Guru Sedang Mengajar di Kelas. (Foto: Ist/Indopronews.id)

Indopronews.id, Samarinda – Penerapan Kurikulum Merdeka di Kaltim saat ini menjadi sorotan, terutama terkait bagaimana kesiapan para guru yang menjadi ujung tombak pendidikan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, menegaskan bahwa salah satu keberhasilan kurikulum merdeka tak hanya bergantung pada semangat belajar siswa, akan tetapi juga pada kualitas dan kesejahteraan guru yang ada saat ini.

“Keberhasilan Kurikulum Merdeka bukan hanya soal bagaimana siswa belajar dengan semangat. Guru adalah elemen utama yang menentukan keberhasilan program ini,” ucapnya.

Damayanti menilai, peran guru sangat vital dalam mencetak generasi masa depan. Menurutnya, dalam sepuluh tahun mendatang, pendidikan akan menjadi kunci utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kaltim, terlebih daerah ini bersiap menjadi penopang ibu kota negara (IKN).

“Jika kita bicara soal SDM, pendidikan adalah fondasi utamanya. Dan di balik pendidikan yang baik, ada guru-guru hebat yang bekerja keras membentuk karakter anak-anak kita,” ujarnya.

Lanjutnya, Damayanti juga menyoroti pentingnya investasi pada pengembangan kualitas dan kesejahteraan guru. Ia menekankan bahwa guru yang kompeten dan sejahtera akan memberikan dampak langsung pada kualitas pendidikan di Kaltim.

“Kita harus berfokus pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru. Mereka adalah aset utama dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global,” tambahnya.

Sebagai wakil rakyat, Damayanti menyerukan pemerintah daerah untuk lebih serius memberikan perhatian khusus pada pelatihan dan kesejahteraan guru. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta juga diperlukan untuk mendukung upaya ini,
Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045.

Damayanti mengingatkan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas pendidikan hari ini. Kurikulum Merdeka, yang memberikan fleksibilitas kepada siswa untuk belajar sesuai minat dan kebutuhannya, dinilai hanya akan sukses jika didukung oleh guru-guru yang profesional dan berdedikasi.

“Tanpa dukungan penuh dari guru, mustahil kita bisa mewujudkan tujuan besar dari kurikulum ini,” imbuhnya.

Dirinya pun berharap Kaltim mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan keterampilan mumpuni untuk bersaing di era global.
“Keberhasilan kita di masa depan dimulai dari bagaimana kita mempersiapkan guru hari ini,” tutupnya. (Sb/ADV/DPRDKALTIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 4 =
Powered by MathCaptcha